Dunia ilmu pengetahuan dan pecinta alam hari ini digemparkan oleh laporan ekspedisi internasional yang berhasil memetakan wilayah terdalam di hutan Amazon yang belum pernah terjamah manusia. Dalam laporan tersebut, tim peneliti mengungkapkan penemuan sebuah ekosistem unik yang mereka sebut sebagai ‘The Glowing Eden’. Fenomena paling menakjubkan dari penemuan ini adalah adanya sekumpulan spesies fauna baru, mulai dari mamalia kecil hingga serangga, yang memiliki kemampuan bioluminesensi atau dapat memancarkan cahaya dari tubuhnya secara alami di malam hari.
Foto-foto dan video dari dokumenter awal yang bocor ke media sosial langsung menjadi viral secara global. Netizen menyebut pemandangan tersebut sangat mirip dengan hutan di film fiksi ilmiah. Namun, para ahli lingkungan memperingatkan bahwa penemuan ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah bukti bahwa bumi masih menyimpan rahasia kehidupan yang luar biasa, namun di sisi lain, wilayah ini terancam oleh perubahan iklim dan aktivitas pembalakan liar yang semakin mendekat ke zona inti hutan tersebut.
Selain fauna bercahaya, tim botani juga menemukan jenis tanaman purba yang sebelumnya dianggap telah punah jutaan tahun lalu. Tanaman ini diyakini memiliki kandungan zat kimia yang berpotensi menjadi obat untuk berbagai penyakit berat. Saat ini, organisasi lingkungan dunia sedang mendesak pemerintah setempat untuk segera menetapkan wilayah tersebut sebagai ‘Zona Terlarang’ dan Cagar Alam Internasional guna melindungi keanekaragaman hayati yang sangat rentan tersebut. Diskusi mengenai perlindungan hutan Amazon pun kembali membara di platform digital, memicu petisi global yang telah ditandatangani oleh jutaan orang dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sumber : National Geographic Expedition Reports, Jurnal Nature Science, Laporan Eksklusif BBC Earth, dan Pantauan Satelit Lingkungan (Januari 2026).

